Beranalog

[nikon FM2n, fuji color asa 200]

Dalam banyak kesempatan, aku lebih memilih kamera analog daripada kamera digital. Buatku, memotret dengan kamera analog memiliki kenikmatan yang sangat luar biasa. Menantangku untuk lebih bisa bereksperimen dengan kondisi yang tidak terduga. Menggedor-gedor pintu kreativitasku untuk tidak terlelap tidur.

“Menatap” [nikon FM2n, fuji color asa 200, voigtlander 58mm]

wittpal” [nikon FM2n, fuji color asa 200, nikkor 128mm f2.8 ais]

Rasa dag-dig-dig ingin tahu hasil fotonya seperti apa adalah hal lain yang mengasyikkan dengan kamera analog. Berbeda dengan kamera digital yang sudah langsung diketahui hasilnya. Memotret suatu momen menggunakan kamera analog tidak ada namanya kesempatan kedua. Kesalahan pemotretan baru diketahui setelah film dicetak.

“menjaja” [nikon FM2n, fuji color asa 200, nikkor 28mm f2.8 ais]

[nikon FE, fuji color asa 200, nikkor 28mm f2.8 ais]

“siap tampil” [nikon fm100, lucky BW asa 100, nikkor 50mm f1.4 ais]

“kau” [nikon fm10, lucky BW asa 100, nikkor 28mm f2.8 ais]

Iklan

Comments are disabled.

%d blogger menyukai ini: